BLOG PRIBADI HENDRIK MAMARODIA
Buah pikiran orang muda... Hanya sebuah coretan yang menyenangkan...

Minggu, 24 Januari 2016

Squad Manchester City FC

Squad Manchester City
Squad Manchester City
Penjaga Gawang (Goalkeepers)
  • Willy Caballero
  • Joe Hart
  • Richard Wright
Pemain Bertahan (Defenders)
  • Nicolas Otamendi
  • Gael Clichy
  • Martin Demichelis
  • Jason Denayer
  • Aleksandar Kolarov
  • Vincent Kompany
  • Eliaquim Mangala
  • Bacary Sagna
  • Pablo Zabaleta
Gelandang (Midfielders)
  • Fabian Delph
  • Fernando Fransisco Reges
  • Fernandinho Luiz Roza
  • Samir Nasri
  • Jesus Navas
  • David Silva
  • Kevin De Bruyne
  • Raheem Sterling
  • Patrick Roberts
  • Yaya Toure
  • Bruno Zuculini
Penyerang (Strikers)
  • Sergio Aguero
  • Wilfried Bony
  • Ediin Dzeko (dipinjamkan)
  • Kelechi Iheanacho
  • Stevan Jovetic (dipinjamkan)
Manajemen (Management)
  • Manuel Pellegrini
  • Ruben Cousillas Fuse
  • Xabier Mancisidor
  • Jose Cabello
  • Brian Kidd

Non scholae, sed vitae discimus

credit: ideaonline.co.id
Wikipedia:
Non schole, sed vitae discimus adalah sebuah kalimat dalam bahasa Latin yang artinya: "Kita belajar bukan untuk sekolah melainkan untuk hidup". Pepatah ini berasal dari Seneca, seorang filsuf dan pujangga Romawi. Kutipan ini asalnya dari buku Epistulae morales ad Lucilium 106, 11–12, di mana Seneca melontarkan kritiknya terhadap sekolah-sekolah filsafat dalam masanya hidup.

Desember 2014, saya pernah berkata hal-hal yang saya kira sejalan dengan filosofi belajar ini (Motivasi Diri), dan sekarang setelah melihat updetan status dari teman saya tentang filosofi belajar ini, saya merasa bahwa saya berada di jalur yang benar.

Bahwa sejatinya belajar itu bukan untuk pelajaran itu sendiri tapi untuk hidup!
Belajar untuk pelajaran itu sendiri begitu kental terlihat dalam kehidupan pelajar di negeri ini, dimana dalam belajar nilai adalah yang utama, pemikiran seperti ini juga yang membuat kita tidak perduli bagaimana nilai itu dicapai. Yang terpenting tetap nilai yang baik.

Tidak ada yang salah dengan nilai baik atau tinggi, tapi menjadikan nilai tinggi sebagai tujuan utama kita, akan membuat kita melupakan hal yang terpenting dalam belajar, yup istilah ilmiahnya adalah pergeseran substansi :D (wkwkwk)

Saat saya bertanya pada teman saya, mana yang lebih baik nilai tinggi atau ilmu meresap?, saya bertanya seperti ini karena kebiasaan merangkum rangkuman teman sangat lengket dengan kami. Dan ada satu teman saya menjawab: dua-duanya!

Yah idealnya kita memahami suatu konsep ilmu dengan baik, sehingga meresap dan tertanam dalam hati dan pikiran kita, setelahnya nilai akan menyesuaikan. Nilai tidak akan menghianati anda, jadi tenang saja. saya sering mikir, "terserah jo mo dapa berapa, yang penting itu tu kita tau". Pikiran seperti ini saya kira sudah cukup ideal, asalkan kita memang telah benar-benar mengerti tentang ilmu tersebut yang sekali lagi: akan kita pakai untuk hidup

Tapi ada efek buruk juga
"Ah nda penting kwa tu nilai yang penting torang mangarti".
Kata-kata untuk membentengi kemalasan, syukurlah kalau kita benar-benar mengerti, tapi bagaimana kalau ternyata kita tidak benar-benar mengerti tentang suatu konsep pelajaran, dan kita mengeluarkan kata-kata seperti ini. Kita harus malu dan memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik.

Jadi harus bagaimana?
Pelajari ilmunya dengan baik, nilai akan mengikuti
Belajar Baik = Nilai Baik

Belajar baik kebanggaan untuk kita, agar hidup dengan baik dan nilai baik untuk ditunjukan ke orang tua sebagai bentuk tanggung jawab kita. Tapi saya tahu beberapa orang tua yang cerdas, tidak begitu mempermasalahkan tentang nilai tapi lebih memperhatikan perkembangan kemampuan anak-anaknya.

Sabtu, 09 Januari 2016

, ,

Nama Saya masuk Media Online!

Setelah kegiatan Latihan Dasar Jurnalisitik (LDJ) sukses digelar, beritanya langsung dimuat teman-teman Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di media online, sebagai ketua panitia nama saya tidak luput dari pemberitaan :D (hahah alay) saya sangat senang.

Tapi setelah saya baca dengan teliti nama saya salah dalam penulisannya, saya sudah komentarin tapi belum direspon, tapi biarlah yang penting saya tahu kalau itu saya :D hahah.

Sebenarnya beritanya yang buat peserta LDJ, tapi setelah dipoles sama teman-teman AJI akhirnya berita ini menjadi layak dimuat (meski nama saya salah --") ini dia isi beritanya:

Politeknik Negeri Manado dan AJI Gelar Latihan Dasar Jurnalistik

Suasana pelatihan LDJ UKM Pers Politeknik
Suasana pelatihan LDJ UKM Pers Politeknik
MANADO (BK): Antusiasme Mahasiswa Politeknik Negeri Manado untuk mengikuti Latihan Dasar Jurnalistik (LDJ) ternyata begitu tinggi.

Dalam kegiatan yang digelar di Gedung pusat Lantai 4, Sabtu (05/12/2015), dengan peserta yang terdiri dari mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis, Akuntansi, Teknik Sipil. Kegiatan ini sendiri mengambil tema  “Mengembangkan potensi dalam bidang kejurnalistikan dengan progresif dan kreatif".

Dalam sambutannya, Pembantu Direktur (Pudir) 3 Bidang Kemahasiswaan Laurens Ponggohong mengungkapkan, dengan adanya LDJ ini merupakan suatu langkah awal bagi Mahasiswa untuk mengembangkan potensi dalam hal menulis dalam bidang jurnalistik terlebih khusus dalam hal membuat karya ilmiah.

"Saya juga harapkan nantinya dapat menciptakan program-program yang baru seperti membuat film pendek,” kata Ponggohong.

Hendrik Mamorodia, ketua panitia pelaksana, mengungkapkan harapanya untuk ke depannya kegiatan ini dapat merangsang ketertarikan dalam dunia jurnalistik.

"Kedepanya bisa memberi kontribusi nyata bagi UKM Pers dalam menghasilkan produk jurnalistik,” kata Mamordia.

Sementara, dalam alur materi selama berlangsung peserta pun dibekali dengan pengetahuan tentang dasar-dasar jurnalistik, belajar tentang etika dan sejarah AJI, hingga simulasi wawancara dan penulisan berita.

Adapun sejumlah pengurus AJI Manado yang ikut mendampingi para peserta LDJ di antaranya, Ketua Bidang pendidikan Fransiskus Talokon (Harian Metro), Isa Jusuf (Tempo.co) dan Otnie Tamod (Harian Koran Manado).

Frini, salah satu peserta mengungkapkan, dirinya sangat senang mengikuti kegiatan ini karena mendapatkan ilmu dan pengalaman yang diajarkan dalam dunia kampus terutama kegiatan jurnalistik.

"Harapannya ini jadi dasar untuk kita,” ujarnya.


(Ditulis Peserta LDJ Politeknik Frini dan Yudi/bk-7)

- See more at: http://beritakawanua.com/berita/pendidikan/politeknik-negeri-manado-dan-aji-gelar-latihan-dasar-jurnalistik/33912#sthash.sKaoi4pc.dpuf

Google+

Populer

 
TECHNOLOGY, BUSINESS and PSYCHOLOGI