BLOG PRIBADI HENDRIK MAMARODIA
Buah pikiran orang muda...Hanya sebuah coretan yang menyenangkan...

Minggu, 24 Januari 2016

Filled Under:

Non scholae, sed vitae discimus

credit: ideaonline.co.id
Wikipedia:
Non schole, sed vitae discimus adalah sebuah kalimat dalam bahasa Latin yang artinya: "Kita belajar bukan untuk sekolah melainkan untuk hidup". Pepatah ini berasal dari Seneca, seorang filsuf dan pujangga Romawi. Kutipan ini asalnya dari buku Epistulae morales ad Lucilium 106, 11–12, di mana Seneca melontarkan kritiknya terhadap sekolah-sekolah filsafat dalam masanya hidup.

Desember 2014, saya pernah berkata hal-hal yang saya kira sejalan dengan filosofi belajar ini (Motivasi Diri), dan sekarang setelah melihat updetan status dari teman saya tentang filosofi belajar ini, saya merasa bahwa saya berada di jalur yang benar.

Bahwa sejatinya belajar itu bukan untuk pelajaran itu sendiri tapi untuk hidup!
Belajar untuk pelajaran itu sendiri begitu kental terlihat dalam kehidupan pelajar di negeri ini, dimana dalam belajar nilai adalah yang utama, pemikiran seperti ini juga yang membuat kita tidak perduli bagaimana nilai itu dicapai. Yang terpenting tetap nilai yang baik.

Tidak ada yang salah dengan nilai baik atau tinggi, tapi menjadikan nilai tinggi sebagai tujuan utama kita, akan membuat kita melupakan hal yang terpenting dalam belajar, yup istilah ilmiahnya adalah pergeseran substansi :D (wkwkwk)

Saat saya bertanya pada teman saya, mana yang lebih baik nilai tinggi atau ilmu meresap?, saya bertanya seperti ini karena kebiasaan merangkum rangkuman teman sangat lengket dengan kami. Dan ada satu teman saya menjawab: dua-duanya!

Yah idealnya kita memahami suatu konsep ilmu dengan baik, sehingga meresap dan tertanam dalam hati dan pikiran kita, setelahnya nilai akan menyesuaikan. Nilai tidak akan menghianati anda, jadi tenang saja. saya sering mikir, "terserah jo mo dapa berapa, yang penting itu tu kita tau". Pikiran seperti ini saya kira sudah cukup ideal, asalkan kita memang telah benar-benar mengerti tentang ilmu tersebut yang sekali lagi: akan kita pakai untuk hidup

Tapi ada efek buruk juga
"Ah nda penting kwa tu nilai yang penting torang mangarti".
Kata-kata untuk membentengi kemalasan, syukurlah kalau kita benar-benar mengerti, tapi bagaimana kalau ternyata kita tidak benar-benar mengerti tentang suatu konsep pelajaran, dan kita mengeluarkan kata-kata seperti ini. Kita harus malu dan memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik.

Jadi harus bagaimana?
Pelajari ilmunya dengan baik, nilai akan mengikuti
Belajar Baik = Nilai Baik

Belajar baik kebanggaan untuk kita, agar hidup dengan baik dan nilai baik untuk ditunjukan ke orang tua sebagai bentuk tanggung jawab kita. Tapi saya tahu beberapa orang tua yang cerdas, tidak begitu mempermasalahkan tentang nilai tapi lebih memperhatikan perkembangan kemampuan anak-anaknya.

0 komentar:

Posting Komentar

Google+

Populer